الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَٱتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَٱ أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Melalui mimbar Jumat ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa memupuk dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa dalam wujud ketaatan yang utuh, baik saat kita diberi kelapangan rezeki maupun saat kita sedang diuji dengan kesempitan.
Saudara-saudaraku para petani yang dimuliakan Allah,
Beberapa waktu terakhir ini, kita dihadapkan pada ujian yang tidak mudah. Yaitu Kemarau yang Panjang, sehingga membuat tanah yang kita garap mengering. Hama yang datang silih berganti menyerang tanaman yang kita rawat setiap hari. Keringat yang menetes sejak pagi hingga petang, modal yang telah kita keluarkan untuk bibit dan pupuk, seolah sirna ketika melihat hasil panen yang jauh dari harapan. Bahkan, ada di antara kita yang mungkin mengalami gagal panen sama sekali.
Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Merasa sedih, kecewa, dan lelah adalah hal yang sangat manusiawi. Wajar jika dada ini terasa sesak Ketika melihat jerih payah yang tidak membuahkan hasil. Namun, sebagai seorang mukmin, kesedihan itu tidak boleh membawa kita pada keputusasaan. Kita harus menyadari bahwa di balik setiap kejadian di alam semesta ini, ada campur tangan dan kehendak Allah SWT,
Allah SWT telah menyampaikan jauh-jauh hari di dalam Al-Qur'an, bahwa salah satu bentuk ujian bagi manusia di dunia ini adalah ujian pada hasil pertaniannya. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan (hasil panen). Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar”.
Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Sabar dalam bertani bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sabar yang sejati adalah ketika kita menerima takdir gagal panen ini dengan dada yang lapang, tidak menyalahkan keadaan, tidak mengutuk cuaca, sambil terus merawat asa untuk bangkit kembali.
Ketahuilah, butir-butir keringat yang jatuh ke tanah saat Saudara mencangkul di bawah terik matahari, lelahnya tubuh saat memberantas hama, semuanya dicatat oleh malaikat sebagai amal ibadah. Jika dunia belum memberikan balasannya pada musim ini, yakinlah Allah telah menyimpannya sebagai tabungan pahala yang luar biasa besar di akhirat kelak, atau Allah akan menggantinya dengan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Jangan patah semangat. Jangan biarkan cangkul kita berkarat dan tanah kita terbengkalai. Pertanian adalah pekerjaan yang sangat mulia. Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتْ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلَا يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ
Artinya: "Tidaklah seorang muslim yang bercocok tanam, kecuali setiap tanamannya yang dimakannya bernilai sedekah baginya, apa yang dicuri orang darinya menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan binatang liar menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan burung menjadi sedekah baginya, dan tidaklah seseorang mengambil darinya, melainkan ia menjadi sedekah baginya." (HR. Muslim).
Mari kita perbarui niat kita. Kita evaluasi kembali cara tanam kita, kita berikhtiar mencari solusi atas hama yang ada, lalu kita serahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. Musim kemarau pasti akan berganti dengan musim penghujan. Kesulitan pasti akan digantikan dengan kemudahan.
بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.