Ilmu Etika & Penyucian Jiwa
Bulan Rabi'ul Akhir

Icon Free Materi Free Materi

Lihat Semua
Bulan Rabi'ul Akhir
3 Amalan Sunnah dan Keistimewaan Bulan Rabiul Akhir

3 Amalan Sunnah dan Keistimewaan Bulan Rabiul Akhir

Albirru 24 Sep 2026
Ilmu Etika & Penyucian Jiwa
Kemuliaan Profesi Petani dan Pahala Sedekah di Balik Kegagalan

Kemuliaan Profesi Petani dan Pahala Sedekah di Balik Kegagalan

Albirru 23 Sep 2026

Materi Terbaru

Thumbnail
Bulan Rabi'ul Akhir

3 Amalan Sunnah dan Keistimewaan Bulan Rabiul Akhir

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰه وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَٱ أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَاٰمِنُوْا بِرَسُوْلِهٖ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَّحْمَتِهٖ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ نُوْرًا تَمْشُوْنَ بِهٖ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ


Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,


Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah swt atas segala nikmat-Nya, sehingga kita dapat melaksanakan shalat Jumat. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah saw yang kita nantikan syafaatnya di hari akhir kelak. Mengawali khutbah ini, khatib berwasiat, mari kita tingkatkan takwa kepada Allah, karena hanya iman dan takwalah yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat.


Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,


Bulan Rabiul Akhir adalah bulan yang istimewa. Di bulan ini, kita sangat dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah dan amalan sunnah. Setidaknya, ada tiga amalan utama yang bisa kita rutinkan pada bulan ini:


Pertama, meningkatkan keimanan melalui tilawah Al-Qur'an dan dzikir. Membaca Al-Qur'an akan mendekatkan kita kepada Allah. Hal ini harus diiringi dengan dzikir untuk mengingat-Nya agar hati menjadi tenang. Allah swt berfirman:


فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Artinya: "Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS Al-Baqarah: 152)


Kedua, memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Syekh Abdul Hamid dalam kitab Kanzun an-Najah wa al-Surur (hal. 130), menyatakan bahwa sangat menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak shalawat di bulan ini. Membaca shalawat memiliki keutamaan yang luar biasa, di antaranya: kita akan mendapat limpahan rahmat berlipat ganda, meraih syafaat Rasulullah di hari kiamat, dan mendapatkan perlindungan dari berbagai mara bahaya.


Bahkan, bagi siapa saja yang setelah shalat Ashar pada hari Jumat tidak beranjak dari tempatnya lalu membaca shalawat 80 kali, maka Allah akan mengampuni dosanya sebanyak 80 tahun dan mencatatnya sebagai ibadah 80 tahun.


Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,


Ketiga, melaksanakan puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini dilakukan pada pertengahan bulan, yakni tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Hukumnya adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Rasulullah saw sendiri senantiasa merutinkan amalan ini, sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas ra:


وَعَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيْضِ في حَضَرٍ وَلاَ سَفَرٍ. (رواه النسائي بإسنادٍ حسن)


Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (Ayyamul Bidh) baik di rumah maupun dalam bepergian’.” (HR an-Nasa’i).


Hadirin yang dirahmati Allah,


Sebagai penutup, selain ketiga amalan sunnah tersebut, mari kita isi bulan Rabiul Akhir ini dengan kebaikan-kebaikan lain seperti bersilaturahmi, bersedekah, dan menuntut ilmu. Semoga kita semua dapat memanfaatkan waktu di bulan ini untuk memperbanyak amal ibadah dan meningkatkan ketakwaan.


بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ


 

Free Albirru Kamis, 24 September 2026 | 09:49 WIB
Thumbnail
Ilmu Etika & Penyucian Jiwa

Kemuliaan Profesi Petani dan Pahala Sedekah di Balik Kegagalan

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَٱتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَٱ أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.


Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

 

Melalui mimbar Jumat ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa memupuk dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa dalam wujud ketaatan yang utuh, baik saat kita diberi kelapangan rezeki maupun saat kita sedang diuji dengan kesempitan.


Saudara-saudaraku para petani yang dimuliakan Allah,


Beberapa waktu terakhir ini, kita dihadapkan pada ujian yang tidak mudah. Yaitu Kemarau yang Panjang, sehingga membuat tanah yang kita garap mengering. Hama yang datang silih berganti menyerang tanaman yang kita rawat setiap hari. Keringat yang menetes sejak pagi hingga petang, modal yang telah kita keluarkan untuk bibit dan pupuk, seolah sirna ketika melihat hasil panen yang jauh dari harapan. Bahkan, ada di antara kita yang mungkin mengalami gagal panen sama sekali.



Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,


Merasa sedih, kecewa, dan lelah adalah hal yang sangat manusiawi. Wajar jika dada ini terasa sesak Ketika melihat jerih payah yang tidak membuahkan hasil. Namun, sebagai seorang mukmin, kesedihan itu tidak boleh membawa kita pada keputusasaan. Kita harus menyadari bahwa di balik setiap kejadian di alam semesta ini, ada campur tangan dan kehendak Allah SWT,

Allah SWT telah menyampaikan jauh-jauh hari di dalam Al-Qur'an, bahwa salah satu bentuk ujian bagi manusia di dunia ini adalah ujian pada hasil pertaniannya. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan (hasil panen). Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar”.

 

Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

 

Sabar dalam bertani bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sabar yang sejati adalah ketika kita menerima takdir gagal panen ini dengan dada yang lapang, tidak menyalahkan keadaan, tidak mengutuk cuaca, sambil terus merawat asa untuk bangkit kembali.

 

Ketahuilah, butir-butir keringat yang jatuh ke tanah saat Saudara mencangkul di bawah terik matahari, lelahnya tubuh saat memberantas hama, semuanya dicatat oleh malaikat sebagai amal ibadah. Jika dunia belum memberikan balasannya pada musim ini, yakinlah Allah telah menyimpannya sebagai tabungan pahala yang luar biasa besar di akhirat kelak, atau Allah akan menggantinya dengan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

 

Jangan patah semangat. Jangan biarkan cangkul kita berkarat dan tanah kita terbengkalai. Pertanian adalah pekerjaan yang sangat mulia. Rasulullah SAW bersabda:

 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتْ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلَا يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ

Artinya: "Tidaklah seorang muslim yang bercocok tanam, kecuali setiap tanamannya yang dimakannya bernilai sedekah baginya, apa yang dicuri orang darinya menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan binatang liar menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan burung menjadi sedekah baginya, dan tidaklah seseorang mengambil darinya, melainkan ia menjadi sedekah baginya."  (HR. Muslim).

 

Mari kita perbarui niat kita. Kita evaluasi kembali cara tanam kita, kita berikhtiar mencari solusi atas hama yang ada, lalu kita serahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. Musim kemarau pasti akan berganti dengan musim penghujan. Kesulitan pasti akan digantikan dengan kemudahan.


بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


Free Albirru Rabu, 23 September 2026 | 13:34 WIB