Icon Kategori

Kategori

Icon Free Materi Free Materi

Lihat Semua
Bulan Jumadil Awwal
Khutbah Jum'at Bulan Jumadil Ula : Orang yang Benar-benar Bangkrut Menurut Rasulullah

Khutbah Jum'at Bulan Jumadil Ula : Orang yang Benar-benar Bangkrut Menurut Rasulullah

Albirru • 25 Sep 2026
Bulan Rabi'ul Akhir
3 Amalan Sunnah dan Keistimewaan Bulan Rabiul Akhir

3 Amalan Sunnah dan Keistimewaan Bulan Rabiul Akhir

Albirru • 24 Sep 2026
Ilmu Etika & Penyucian Jiwa
Kemuliaan Profesi Petani dan Pahala Sedekah di Balik Kegagalan

Kemuliaan Profesi Petani dan Pahala Sedekah di Balik Kegagalan

Albirru • 23 Sep 2026

Icon Baru Materi Terbaru

Thumbnail
Free

Khutbah Jum'at Bulan Jumadil Ula : Orang yang Benar-benar Bangkrut Menurut Rasulullah

KATEGORI : Bulan Jumadil Awwal

اْلحَمْدُ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ لِلّٰهِ الَّّذِي هَدَانَا سُبُلَ السَّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيِّ الْكَريْمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإِكْرَامِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَآاَيُّهَا الإِخْوَان، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْاٰنِ اْلكَرِيمْ : أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ : يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُولُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. وَقَالَ تَعَالَى: يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيمْ.


Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,


Alhamdulillah, siang ini kita masih dikaruniai nikmat iman dan kesempatan untuk bersimpuh di masjid ini. Mengawali khutbah, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian: marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.


Hadirin yang dimuliakan ALLAH,


Pernahkah kita membayangkan, seseorang yang rajin shalat, puasanya tak pernah bolong, dan rajin berzakat, namun di akhirat kelak ia justru dilemparkan ke dalam neraka? Inilah orang yang disebut oleh Rasulullah ﷺ sebagai orang yang benar-benar bangkrut.


Suatu hari, Rasulullah ﷺ bertanya kepada para sahabat:


أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا: اَلْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ

Artinya: Rasulullah ﷺ bertanya: "Tahukah kalian siapakah yang dinamakan orang yang bangkrut?" Para sahabat menjawab: "Orang bangkrut menurut pendapat kami ialah mereka yang tidak mempunyai uang dan tidak pula mempunyai harta benda."


Jawaban seperti itu ternyata bukan sebagaimana yang dimaksudkan Rasulullah. Nabi Muhammad tidak bertanya tentang ekonomi, melainkan ingin mengajak para sahabat mengetahui bahwa kebangkrutan bisa terjadi dalam bidang agama. Jadi di dalam agama juga ada perhitungan matematis terkait pahala dan dosa, seperti penambahan dan pengurangan di antara sesama manusia. Hal ini terjadi pada saat semua manusia berada di Padang Makhsyar untuk menjalani hisab yang akan menentukan apakah seseorang akan masuk surga atau neraka. 


فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي، يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هٰذَا، وَقَذَفَ هٰذَا، وَأَكَلَ مَالَ هٰذَا، وَسَفَكَ دَمَ هٰذَا، وَضَرَبَ هٰذَا. فَيُعْطِى هٰذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهٰذَا مِنٰ حَسَنَاتِهِ. فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ، قَبْلَ أَنْ يَقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ. ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ


Artinya: Nabi menjelaskan: Sesungguhnya orang bangkrut dari umatku ialah mereka yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal kebaikan dari shalat, puasa, dan zakat. Tetapi mereka dahulu pernah mencaci maki orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain dan memukul orang lain. Maka kepada orang yang mereka salahi itu diberikan pahala amal baik mereka; dan kepada orang yang lain lagi diberikan pula amal baik mereka. Apabila amal baik mereka telah habis sebelum hutangnya lunas, maka diambillah kesalahan orang yang disalahi itu dan diberikan kepada mereka; Sesudah itu, mereka akan dilemparkan ke dalam neraka.

 

Jamaah Jumat yang Berbahagia,


Hadits ini sungguh menjadi tamparan keras bagi kita. Betapa ruginya, lelah kita beribadah puluhan tahun, menahan lapar saat puasa, meneteskan air mata saat tahajud, namun semua pahala itu ludes tak tersisa. Habis dirampas oleh orang-orang yang pernah kita sakiti hatinya, kita caci maki di dunia nyata maupun media sosial, kita fitnah, atau kita ambil hak dan hartanya.


Kezaliman kepada sesama manusia bukanlah urusan sepele. Allah tidak akan membiarkan dosa ini gugur, sebelum kita berdamai dan dimaafkan oleh orang yang kita zalimi. Rasulullah ﷺ bersabda:

وَأَمَّا الظُّلْمُ الَّذِي لَا يَتْرُكُهُ اللّٰهُ فَظُلْمُ الْعِبَادِ بَعْضِهِمْ بَعْضًا حَتَّى يُدَبِّرُ لِبَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ

Artinya: "Adapun kezaliman yang tidak akan dibiarkan oleh Allah adalah kezaliman manusia atas manusia lainnya hingga mereka menyelesaikan urusannya."

 

Hadirin yang Dimuliakan Allah SWT,


Jika kita sungguh sayang pada diri kita sendiri, mari kita jaga lisan, jaga ketikan jari kita, jaga tangan kita, dan jaga sikap kita. Jangan biarkan kesalehan ritual kita hancur karena keburukan sosial kita. Karena ibadah shalat, puasa, haji dan bahkan zakat sekalipun belum cukup menjadi bekal kita di akhirat hingga ada kepastian bahwa orang-orang lain selamat dari lisan dan tangan kita melakukan kezaliman-kezaliman kepada mereka.


Mari segera meminta maaf jika ada salah, dan kembalikan hak orang lain jika ada yang kita ambil. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberi kita kekuatan untuk menahan diri dari menyakiti sesama, agar kelak kita selamat dari predikat orang yang bangkrut di akhirat. Amin ya rabbal alamin.


جَعَلَنَا اللّٰهُ وَإيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْآمِنِيْنَ، وَأَدْخَلَنَا وإِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ : أعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمْ : يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا. بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِالْآيَاتِ وذِكْرِ الْحَكِيْمِ . إِنَّهُ تَعَالَى جَوَّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

 




Albirru Jumat, 25 September 2026 | 17:32 WIB
Thumbnail
Free

3 Amalan Sunnah dan Keistimewaan Bulan Rabiul Akhir

KATEGORI : Bulan Rabi'ul Akhir

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰه وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَٱ أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَاٰمِنُوْا بِرَسُوْلِهٖ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَّحْمَتِهٖ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ نُوْرًا تَمْشُوْنَ بِهٖ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ


Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,


Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah swt atas segala nikmat-Nya, sehingga kita dapat melaksanakan shalat Jumat. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah saw yang kita nantikan syafaatnya di hari akhir kelak. Mengawali khutbah ini, khatib berwasiat, mari kita tingkatkan takwa kepada Allah, karena hanya iman dan takwalah yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat.


Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,


Bulan Rabiul Akhir adalah bulan yang istimewa. Di bulan ini, kita sangat dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah dan amalan sunnah. Setidaknya, ada tiga amalan utama yang bisa kita rutinkan pada bulan ini:


Pertama, meningkatkan keimanan melalui tilawah Al-Qur'an dan dzikir. Membaca Al-Qur'an akan mendekatkan kita kepada Allah. Hal ini harus diiringi dengan dzikir untuk mengingat-Nya agar hati menjadi tenang. Allah swt berfirman:


فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Artinya: "Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS Al-Baqarah: 152)


Kedua, memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Syekh Abdul Hamid dalam kitab Kanzun an-Najah wa al-Surur (hal. 130), menyatakan bahwa sangat menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak shalawat di bulan ini. Membaca shalawat memiliki keutamaan yang luar biasa, di antaranya: kita akan mendapat limpahan rahmat berlipat ganda, meraih syafaat Rasulullah di hari kiamat, dan mendapatkan perlindungan dari berbagai mara bahaya.


Bahkan, bagi siapa saja yang setelah shalat Ashar pada hari Jumat tidak beranjak dari tempatnya lalu membaca shalawat 80 kali, maka Allah akan mengampuni dosanya sebanyak 80 tahun dan mencatatnya sebagai ibadah 80 tahun.


Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,


Ketiga, melaksanakan puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini dilakukan pada pertengahan bulan, yakni tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Hukumnya adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Rasulullah saw sendiri senantiasa merutinkan amalan ini, sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas ra:


وَعَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيْضِ في حَضَرٍ وَلاَ سَفَرٍ. (رواه النسائي بإسنادٍ حسن)


Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (Ayyamul Bidh) baik di rumah maupun dalam bepergian’.” (HR an-Nasa’i).


Hadirin yang dirahmati Allah,


Sebagai penutup, selain ketiga amalan sunnah tersebut, mari kita isi bulan Rabiul Akhir ini dengan kebaikan-kebaikan lain seperti bersilaturahmi, bersedekah, dan menuntut ilmu. Semoga kita semua dapat memanfaatkan waktu di bulan ini untuk memperbanyak amal ibadah dan meningkatkan ketakwaan.


بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ


 

Albirru Kamis, 24 September 2026 | 09:49 WIB
Thumbnail
Free

Kemuliaan Profesi Petani dan Pahala Sedekah di Balik Kegagalan

KATEGORI : Ilmu Etika & Penyucian Jiwa

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَٱتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَٱ أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.


Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

 

Melalui mimbar Jumat ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa memupuk dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa dalam wujud ketaatan yang utuh, baik saat kita diberi kelapangan rezeki maupun saat kita sedang diuji dengan kesempitan.


Saudara-saudaraku para petani yang dimuliakan Allah,


Beberapa waktu terakhir ini, kita dihadapkan pada ujian yang tidak mudah. Yaitu Kemarau yang Panjang, sehingga membuat tanah yang kita garap mengering. Hama yang datang silih berganti menyerang tanaman yang kita rawat setiap hari. Keringat yang menetes sejak pagi hingga petang, modal yang telah kita keluarkan untuk bibit dan pupuk, seolah sirna ketika melihat hasil panen yang jauh dari harapan. Bahkan, ada di antara kita yang mungkin mengalami gagal panen sama sekali.



Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,


Merasa sedih, kecewa, dan lelah adalah hal yang sangat manusiawi. Wajar jika dada ini terasa sesak Ketika melihat jerih payah yang tidak membuahkan hasil. Namun, sebagai seorang mukmin, kesedihan itu tidak boleh membawa kita pada keputusasaan. Kita harus menyadari bahwa di balik setiap kejadian di alam semesta ini, ada campur tangan dan kehendak Allah SWT,

Allah SWT telah menyampaikan jauh-jauh hari di dalam Al-Qur'an, bahwa salah satu bentuk ujian bagi manusia di dunia ini adalah ujian pada hasil pertaniannya. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan (hasil panen). Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar”.

 

Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

 

Sabar dalam bertani bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sabar yang sejati adalah ketika kita menerima takdir gagal panen ini dengan dada yang lapang, tidak menyalahkan keadaan, tidak mengutuk cuaca, sambil terus merawat asa untuk bangkit kembali.

 

Ketahuilah, butir-butir keringat yang jatuh ke tanah saat Saudara mencangkul di bawah terik matahari, lelahnya tubuh saat memberantas hama, semuanya dicatat oleh malaikat sebagai amal ibadah. Jika dunia belum memberikan balasannya pada musim ini, yakinlah Allah telah menyimpannya sebagai tabungan pahala yang luar biasa besar di akhirat kelak, atau Allah akan menggantinya dengan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

 

Jangan patah semangat. Jangan biarkan cangkul kita berkarat dan tanah kita terbengkalai. Pertanian adalah pekerjaan yang sangat mulia. Rasulullah SAW bersabda:

 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتْ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلَا يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ

Artinya: "Tidaklah seorang muslim yang bercocok tanam, kecuali setiap tanamannya yang dimakannya bernilai sedekah baginya, apa yang dicuri orang darinya menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan binatang liar menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan burung menjadi sedekah baginya, dan tidaklah seseorang mengambil darinya, melainkan ia menjadi sedekah baginya."  (HR. Muslim).

 

Mari kita perbarui niat kita. Kita evaluasi kembali cara tanam kita, kita berikhtiar mencari solusi atas hama yang ada, lalu kita serahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. Musim kemarau pasti akan berganti dengan musim penghujan. Kesulitan pasti akan digantikan dengan kemudahan.


بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


Albirru Rabu, 23 September 2026 | 13:34 WIB