Minggu, 04 Oktober 2026
|
21 Rabiul Akhir 1448 H
| Wage

Kategori: Bulan Jumadil Awwal

Ditemukan 2 materi dalam kategori ini.

Kembali
Thumbnail

Khutbah Jum'at : Bangunlah Sebelum Alarm Kematian Membangunkanmu

KATEGORI : Bulan Jumadil Awwal

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ، هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِيْنٍ ثُمَّ قَضَى أَجَلًا وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُوْنَ ، وَهُوَ اللّٰهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُوْنَ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْفَتَّاحُ الْعَلِيْمُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ ، وَأَنَّهُ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّاهِي عَنْ خُلُقٍ ذَمِيْمٍ ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَفْضَلِ الصَّلَاةِ وَالتَّسْلِيْمِ.

أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ الْكِرَامُ ، إِتَّقُوا اللّٰهَ فِي حَيَاتِكُمْ ، كُلُّ إِنْسَانٍ مُتَّجِرٌ فِي هَذِهِ الْحَيَاةِ الْقَصِيْرَةِ بِعُمْرِهِ - وَسَتَرْجِعُوْنَ بَعْدَ مُكَابَدَةِ الْأَعْمَالِ وَالْأَفْرَاحِ وَالْأَحْزَانِ إِلَى وَطَنِهِ وَقَرَارِهِ ، فَسَعِيْدٌ بِكَثْرَةِ الْفَوَائِدِ وَالْأَرْبَاحِ،  وَمَغْمُوْمٌ مُنْفَرِدٌ بِخُسْرَانٍ لَا يُلَاقِي وَلَا يُتَدَارَكُ بِأَنْوَاعِ الْفَلَاحِ.


Hadirin Jama'ah Jum'at Rohimakumullah,


Mari kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dan menjauhi apa yang di larang-Nya pada setiap harinya, karena hanya dengan takwa tersebut, kita semua bisa mendapatkan keselamatan di dunia hingga akhirat.


Mari kita bersama-sama berhati-hati dalam menggunakan waktu ketika hidup di alam dunia ini. Ketahuilah bahwa, setiap manusia yang hidup di alam dunia ini ibarat orang yang berdagang di sebuah pasar, dan modal yang diberikan Allah kepada kita bukanlah uang atau emas, melainkan waktu dan umur.


Setiap detak jantung yang berdegup adalah koin modal yang terus berjatuhan, tidak bisa dipungut kembali, apalagi diisi ulang. Pertanyaannya: saat "pasar dunia" ini tutup dan kita harus pulang ke alam barzakh, apakah kita pulang membawa keuntungan amal, atau justru pulang dengan tangan kosong berkalang penyesalan?


Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah yaitu membagi seorang muslim pedagang amal ke dalam tiga tingkatan :

الْمُسْلِمُ فِي حَقِّ دِيْنِهِ عَلَى ثَلَاثَةِ دَرَجَاتٍ - مُسْلِمٌ سَالِمٌ: وَهُوَ الْمُقْتَصِرُ عَلَى أَدَاءِ الْفَرَائِضِ وَاجْتِنَابِ الْمَنْهِيَاتِ. وَ مُسْلِمٌ رَابِحٌ: وَهُوَ الْمُتَطَوِّعُ بِالْفَضَائِلِ وَالنَّوَافِلِ وَالْقُرُوْبَاتِ. وَمُسْلِمٌ خَاسِرٌ: وَهُوَ الْمُقَصِّرُ عَنِ اللَّوَازِمِ وَ السَّارِحِ فِي الْهَذْيَانَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ.


Orang muslim itu dalam menjalankan agamanya dibagi menjadi 3 (tiga):

Pertama, Muslim yang Selamat. Ia adalah pedagang yang pas-pasan menjaga modalnya. Ia hanya mengerjakan ibadah yang wajib dan menjauhi yang haram.

Kedua, Muslim yang Beruntung. Ia adalah investor cerdas. Selain menjaga yang wajib, ia terus melipatgandakan keuntungan lewat amalan sunnah dan kebaikan sosial.

Ketiga, Muslim yang Bangkrut (Merugi). Ia adalah orang yang menghamburkan modal umurnya secara percuma untuk kelalaian dan maksiat.


Hadirin Sidang  Jum'at yang dimuliakan Allah,


Seringkali kita merasa sangat beruntung karena sibuk mengejar materi dunia, menumpuk harta, dan meraih jabatan, padahal di saat yang sama batin kita sedang bangkrut perlahan. Kita terlena dengan fatamorgana kehidupan. Sebagaimana pepatah yang dikutip Imam Al-Ghazali:

فَإِنَّ النَّاسَ نِيَّامٌ فَإِذَا مَاتُوْا اِنْتَبَهُوْا

Artinya: Semua manusia hidup itu sedang tertidur. Nanti ketika sudah mati barulah, mereka akan terbangun / sadar.



Dari kutipan tersebut bahwa, Kematian adalah alarm yang akan membangunkan kita dari mimpi panjang bernama dunia. Jangan sampai kita baru terbangun saat lembar ujian sudah ditarik dan waktu beramal sudah habis. Di saat itulah penyesalan tak lagi memiliki arti.


Untuk bisa bangun dari kelalaian ini, kita butuh ilmu agama. Ilmu adalah kompas yang menuntun arah perniagaan amal kita. Namun, waspadalah. Ilmu yang sekadar dihafal tapi tidak diamalkan, ibarat membawa peta namun kita tetap memilih berjalan ke arah jurang. Rasulullah SAW memberikan peringatan keras bagi mereka yang tahu ilmu tapi melanggar aturannya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ اللَّهُ عِلْمُهُ

Diceritakan dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW. telah bersabda: “Manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat yaitu orang yang memiliki ilmu ('alim) tetapi Allah SWT. tidak memberikan manfaat pada ilmunya itu”.


Mumpung raga ini belum berpisah dengan nyawa, mumpung detak jantung masih bersuara, mari paksa diri kita mencari ilmu yang bermanfaat dan segera mengamalkannya. Semoga Allah melembutkan hati kita, membangunkan kita sebelum kematian menjemput, dan menjadikan kita pedagang amal yang pulang membawa keuntungan surga-Nya. Amin.


بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ إِنَّهُ تَعَالَى جَوَّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ. وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


Albirru 02 Oct 2026 | 21:38 WIB 10x Dibaca
Thumbnail

Khutbah Jum'at Bulan Jumadil Ula : Orang yang Benar-benar Bangkrut Menurut Rasulullah

KATEGORI : Bulan Jumadil Awwal

اْلحَمْدُ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ لِلّٰهِ الَّّذِي هَدَانَا سُبُلَ السَّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيِّ الْكَريْمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإِكْرَامِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَآاَيُّهَا الإِخْوَان، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْاٰنِ اْلكَرِيمْ : أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ : يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُولُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. وَقَالَ تَعَالَى: يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيمْ.


Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,


Alhamdulillah, siang ini kita masih dikaruniai nikmat iman dan kesempatan untuk bersimpuh di masjid ini. Mengawali khutbah, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian: marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.


Hadirin yang dimuliakan ALLAH,


Pernahkah kita membayangkan, seseorang yang rajin shalat, puasanya tak pernah bolong, dan rajin berzakat, namun di akhirat kelak ia justru dilemparkan ke dalam neraka? Inilah orang yang disebut oleh Rasulullah ﷺ sebagai orang yang benar-benar bangkrut.


Suatu hari, Rasulullah ﷺ bertanya kepada para sahabat:


أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا: اَلْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ

Artinya: Rasulullah ﷺ bertanya: "Tahukah kalian siapakah yang dinamakan orang yang bangkrut?" Para sahabat menjawab: "Orang bangkrut menurut pendapat kami ialah mereka yang tidak mempunyai uang dan tidak pula mempunyai harta benda."


Jawaban seperti itu ternyata bukan sebagaimana yang dimaksudkan Rasulullah. Nabi Muhammad tidak bertanya tentang ekonomi, melainkan ingin mengajak para sahabat mengetahui bahwa kebangkrutan bisa terjadi dalam bidang agama. Jadi di dalam agama juga ada perhitungan matematis terkait pahala dan dosa, seperti penambahan dan pengurangan di antara sesama manusia. Hal ini terjadi pada saat semua manusia berada di Padang Makhsyar untuk menjalani hisab yang akan menentukan apakah seseorang akan masuk surga atau neraka. 


فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي، يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هٰذَا، وَقَذَفَ هٰذَا، وَأَكَلَ مَالَ هٰذَا، وَسَفَكَ دَمَ هٰذَا، وَضَرَبَ هٰذَا. فَيُعْطِى هٰذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهٰذَا مِنٰ حَسَنَاتِهِ. فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ، قَبْلَ أَنْ يَقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ. ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ


Artinya: Nabi menjelaskan: Sesungguhnya orang bangkrut dari umatku ialah mereka yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal kebaikan dari shalat, puasa, dan zakat. Tetapi mereka dahulu pernah mencaci maki orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain dan memukul orang lain. Maka kepada orang yang mereka salahi itu diberikan pahala amal baik mereka; dan kepada orang yang lain lagi diberikan pula amal baik mereka. Apabila amal baik mereka telah habis sebelum hutangnya lunas, maka diambillah kesalahan orang yang disalahi itu dan diberikan kepada mereka; Sesudah itu, mereka akan dilemparkan ke dalam neraka.

 

Jamaah Jumat yang Berbahagia,


Hadits ini sungguh menjadi tamparan keras bagi kita. Betapa ruginya, lelah kita beribadah puluhan tahun, menahan lapar saat puasa, meneteskan air mata saat tahajud, namun semua pahala itu ludes tak tersisa. Habis dirampas oleh orang-orang yang pernah kita sakiti hatinya, kita caci maki di dunia nyata maupun media sosial, kita fitnah, atau kita ambil hak dan hartanya.


Kezaliman kepada sesama manusia bukanlah urusan sepele. Allah tidak akan membiarkan dosa ini gugur, sebelum kita berdamai dan dimaafkan oleh orang yang kita zalimi. Rasulullah ﷺ bersabda:

وَأَمَّا الظُّلْمُ الَّذِي لَا يَتْرُكُهُ اللّٰهُ فَظُلْمُ الْعِبَادِ بَعْضِهِمْ بَعْضًا حَتَّى يُدَبِّرُ لِبَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ

Artinya: "Adapun kezaliman yang tidak akan dibiarkan oleh Allah adalah kezaliman manusia atas manusia lainnya hingga mereka menyelesaikan urusannya."

 

Hadirin yang Dimuliakan Allah SWT,


Jika kita sungguh sayang pada diri kita sendiri, mari kita jaga lisan, jaga tangan kita, jaga ketikan jari kita saat mengetikkan komentar di media sosial, dan jaga sikap kita. Jangan biarkan kesolehan ritual kita hancur karena keburukan sosial kita. Karena ibadah shalat, puasa, haji dan bahkan zakat sekalipun belum cukup menjadi bekal kita di akhirat hingga ada kepastian bahwa orang-orang lain selamat dari lisan dan tangan kita melakukan kezaliman-kezaliman kepada mereka.


Mari segera meminta maaf jika ada salah, dan kembalikan hak orang lain jika ada yang kita ambil. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberi kita kekuatan untuk menahan diri dari menyakiti sesama, agar kelak kita selamat dari predikat orang yang bangkrut di akhirat. Amin ya rabbal alamin.


جَعَلَنَا اللّٰهُ وَإيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْآمِنِيْنَ، وَأَدْخَلَنَا وإِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ : أعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمْ : يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا. بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِالْآيَاتِ وذِكْرِ الْحَكِيْمِ . إِنَّهُ تَعَالَى جَوَّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

 




Albirru 25 Sep 2026 | 17:32 WIB 23x Dibaca